Minggu, 30 Januari 2011

Museum Purna Bhakti Pertiwi

Museum Purna Bhakti Pertiwi (MPBP) didirikan oleh Yayasan Purna Bhakti Pertiwi atas prakarsa Alm. Ibu Tien Soeharto. Museum yang berada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ini berisi koleksi benda-benda dan cindera mata yang bersangkut-paut dengan perjalanan pengabdian Presiden Republik Indonesia Ke-2, Alm. HM Soeharto. Jika berkunjung ke TMII, rasanya kurang lengkap jika tidak mengunjungi museum ini.
Museum ini diresmikan pada tanggal 23 Agustus 1993 oleh Alm. Presiden Soeharto bertepatan dengan hari ulang tahun ke-70 Alm. Ibu Tien Soeharto, penggagas pendirian museum ini. Luas bangunan museum 25.095 meter persegi di atas tanah seluas 19,7 hektar.
MPBP berisi ribuan barang yang semua punya sangkut dengan peran sejarah pengabdian Alm. mantan Presiden Soeharto, sejak bundel-bundel naskah pidatonya, senapan yang dipakai di masa revolusi, baju-baju dinas militer, sampai KRI Harimau, kapal perang yang digunakan dalam Operasi Mandala dan pembebasan Irian Jaya tahun 1963.
Sebelumnya sebagian besar koleksi ini dirawat dan disimpan Alm. Ibu Tien Soeharto sebagai pendamping setia Pak Harto. Kemudian, Ibu Tien menyadari bahwa pengalaman hidup Pak Harto bukanlah hanya milik keluarga. Pak Harto adalah milik bangsa Indonesia. Maka, koleksi barang-barang pribadi dan cinderamata yang dimilikinya harus dinikmati oleh khalayak ramai. Tentu, tempat yang paling baik untuk itu adalah di museum.
Memasuki bangunan yang arsitekturnya mirip nasi tumpeng atau gunungan (sebagai kelengkapan inti upacara tradisional) itu -melambangkan rasa syukur, keselamatan dan keabadian- pengunjung disambut dua patung Panyembrama, patung selamat datang. Patung karya seniman Dewa Made Windia sumbangan Ny Siti Hardiyanti Rukmana ini, terbuat dari lempengan uang kepeng dengan tinggi 240 sentimeter. Panyembrama adalah tarian Bali yang biasa diperagakan untuk penyambutan tamu-tamu terhormat.
Bangunan museum dikelompokkan dalam dua kategori, yakni bangunan utama dan bangunan penunjang. Bangunan utama berfungsi sebagai ruang pamer benda-benda koleksi seluas 18.605 meter persegi terdiri enam lantai dengan tinggi 45 meter sampai puncak ornamen lidah api berwarna keemasan di atas kerucut terbesar, dikelilingi sembilan kerucut kecil.
Ruang Utama diapit empat tumpengan warna kuning. Ruang terdepan adalah Ruang Perjuangan, dikitari Ruang Khusus, Ruang Asthabrata, dan Ruang Perpustakaan. Ruang Perjuangan berbentuk kerucut berukuran sedang seluas 1.215 meter persegi terletak di bagian barat kelompok Ruangan Utama. Ruang Khusus seluas 567 meter persegi terletak di bagian utara. Ruang Asthabrata seluas 1.215 terletak di bagian timur. Dan, Ruang Perpustakaan seluas 567 meter persegi di bagian selatan.
Di Ruang Utama tersimpan berbagai ragam cinderamata persembahan Tamu Negara RI, kenalan atau sahabat Presiden Soeharto. Tetapi juga ada cinderamata persembahan tamu-tamu atau pejabat dalam negeri. Semua cinderamata tersimpan dalam kotak kaca.
Di antaranya, cinderamata pemberian PM Kamboja Hun Sen dan PM Malaysia Mahathir Mohamad masing-masing berupa tempat sirih terbuat dari perak. Dari PM Belanda Lubbers berupa patung burung dara terbuat dari perak, Presiden Meksiko Carlos Salinas de Gortari berupa kerajinan perak berbentuk labu, dan Presiden Kazakstan Nursultan Nazarbayev berupa seperangkat piring perak. Masih banyak lagi.
Cinderamata pemberian pejabat atau rekan kerja mantan Presiden Soeharto maupun Ny Tien Soeharto, semisal sebuah kerajinan batu hias berupa mangkuk persembahan istri Bupati Tulungagung. Pada cinderamata itu tertulis: "Dipersembahkan kepada Ibu Tien Soeharto dari Ny Hardjanti Poernanto".
Pengusaha Sudwikatmono mempersembahkan ukiran kayu Johar (Cassia Siamea) berupa pasangan suami-istri yang "dikerubuti" 11 anak mereka. Pada keterangan patung yang diberi nama Menbrayut karya I Ketut Modern itu tertulis: "Zaman dahulu orang percaya banyak anak banyak rejeki. Saat ini kita percaya, banyak anak banyak masalah".
Masih di Ruang Utama berbentuk lingkaran dan luas itu, terdapat replika Peraduan Putri Cina. Replika ini terbuat dari batu giok-jadeite berwarna hijau dan berasal dari Propinsi Yunan, Cina. Konon replika dengan ukuran panjang 2,77 meter, lebar 2,14 meter, dan panjang 3,04 meter itu meniru peraduan putri Cina pada masa Dinasti Sung (960-1279) dan Dinasti Ming (1384-1644).
Di Ruang Khusus, tersimpan tanda-tanda kehormatan yang pernah diberikan kepada Presiden Soeharto. Untuk menyebut beberapa, misalnya Bintang RI Adipura I yang diberikan pemerintah RI (1968), Bintang Mahaputra Adipurna (1968), dan Bintang Gerilya (1965).
Tanda kehormatan dari beberapa negara sahabat, dari Uni Emirat Arab, Brunei Darussalam, Singapura, Jepang, dan lain-lain. Di Ruang Khusus ini pula tersimpan koleksi pedang kehormatan yang di antaranya dipersembahkan oleh Pemimpin PLO Yasser Arafat dan pedang kristal dari Presiden Kroasia Franjo Tudman.
Karcis tanda masuk seharga Rp 2.000 (dewasa) dan Rp 1.000 (anak-anak), pengunjung dapat menikmati koleksi musuem ini pada hari Senin - Sabtu dari pukul 9.00 WIB hingga 16.00 WIB, sedangkan pada hari minggu, dibuka pada pukul 9.00 WIB hingga 18.00 WIB. Setiap pengunjung diantar pulang-pergi oleh empat kendaraan "jeepney" tanpa dipungut biaya lagi.

Masjid Istiqlal

 


Ini adalah versi stabil, diperiksa pada tanggal 8 September 2010. Ada 9 perubahan tertunda menunggu peninjauan.
Masjid Istiqlal adalah masjid yang terletak di pusat ibukota negara Republik Indonesia, Jakarta. Masjid ini adalah masjid terbesar di Asia Tenggara. Masjid ini diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Ir. Sukarno di mana pemancangan batu pertama, sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Istiqlal dilakukan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1951. Arsitek Masjid Istiqlal adalah Frederich Silaban.
Lokasi masjid ini berada di timur laut lapangan Monumen Nasional (Monas). Bangunan utama masjid ini terdiri dari lima lantai. Masjid ini mempunyai kubah yang diameternya 45 meter. Masjid ini mampu menampung orang hingga lebih dari dua ratus ribu jamaah.

Selain digunakan sebagai aktivitas ibadah umat Islam, masjid ini juga digunakan sebagai kantor Majelis Ulama Indonesia, aktivitas sosial, dan kegiatan umum. Masjid ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata yang terkenal di Jakarta. Kebanyakan wisatawan yang berkunjung umumnya wisatawan domestik, dan sebagian wisatawan asing yang beragama Islam. Tidak diketahui apakah umat non-Islam dapat berkunjung ke masjid ini.
Pada tiap hari besar Islam seperti Idul Fitri, Idul Adha dan Maulid Nabi Muhammad, presiden Republik Indonesia selalu mengadakan kegiatan keagamaan di masjid ini yang disiarkan secara langsung melalui televisi.
Masjid Istiqlal, (Independence Mosque) in Jakarta, Indonesia is the largest mosque in Southeast Asia[1] in terms of capacity to accommodate people and building structure. This national mosque of Indonesia was built to commemorate Indonesian independence, as nation's gratitude for Islam's blessings; the independence of Indonesia. Therefore the national mosque of Indonesia was named "Istiqlal", an Arabic word for "Independence".
History

http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png
Istiqlal mosque under construction. On the right side is the Jakarta Cathedral
After the Indonesian National Revolution 1945-1949, followed by the acknowledgement of the independence Indonesia from The Netherlands in 1949, there was a growing idea to build a national mosque for this new republic, befitting for a country with the largest Muslim population in the world. The idea of constructing a grand Indonesian national mosque was launched by KH. Wahid Hasyim, Indonesia's first minister for religions affairs,and Anwar Cokroaminoto, later appointed as the chairman of the Masjid Istiqlal Foundation. The committee for the construction of the Istiqlal Mosque, led by Anwar Cokroaminoto, was founded in 1953. Anwar proposed the idea of a national mosque to Indonesian President Sukarno, who welcomed the idea and later helped to supervise the construction of the mosque. In 1954, the committee appointed Sukarno technical chief supervisor.
Sukarno actively followed the planning and construction of the mosque, including acting as the chairman of the jury for the mosque design competition held in 1955. The design submitted by Frederich Silaban, a Christian architect, with the theme: "Ketuhanan" (Indonesian: Divinity) was chosen as the winner. The foundation stone was laid by Sukarno on 24 August 1961[2] and the construction took 17 years. Indonesian president Suharto inaugurated the Indonesian national mosque on 22 February 1978.[3] It is still the largest mosque in the region: more than 120,000 people can congregate at the mosque at the same time.
Structure
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8a/Istiqlal_Mosque.jpg/220px-Istiqlal_Mosque.jpg
http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png
Istiqlal Mosque
The rectangular main prayer hall building is covered by a 45 meter diameter central spherical dome. The dome is supported by twelve round columns and the prayer hall is surrounded by rectangular piers carrying four levels of balcony. Staircases at the corners of the building give access to all floors. The main hall is reached through an entrance covered by a dome 10 meters in diameter. The interior design is minimalist, simple and clean cut, with minimal adornment of aluminium geometric ornaments. The 12 columns are covered with aluminium plates. On the main wall on qibla there is a mihrab and minbar in the center. On the main wall, there is a large metalwork of Arabic calligraphy spelling the name of Allah on the right side and Muhammad on the left side, and also the calligraphy of Surah Thaha 14th verse in the center.

http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png
The interior of Istiqlal mosque; the grand domed prayer hall supported by 12 columns
The latter structure is directly connected to the arcades which run around the large courtyard. The mosque also provides facilities for social and cultural activities, including lectures, exhibitions, seminars, conferences, bazaars and programmes for women, young people and children.

MONAS


Monumen Nasional
Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 di bawah perintah presiden Sukarno, dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala. Monumen Nasional terletak tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 - 15.00 Waktu Indonesia Barat. Pada hari Senin pekan terakhir setiap bulannya ditutup untuk umum.
Sejarah
Setelah pusat pemerintahan Republik Indonesia kembali ke Jakarta setelah sebelumnya berkedudukan di Yogyakarta pada tahun 1950 menyusul pengakuan kedaulatan Republik Indonesia oleh pemerintah Belanda pada tahun 1949, Presiden Sukarno mulai memikirkan pembangunan sebuah monumen nasional yang setara dengan Menara Eiffel di lapangan tepat di depan Istana Merdeka. Pembangunan tugu Monas bertujuan mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945, agar terus membangkitkan inspirasi dan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang.
Pada tanggal 17 Agustus 1954 sebuah komite nasional dibentuk dan sayembara perancangan monumen nasional digelar pada tahun 1955. Terdapat 51 karya yang masuk, akan tetapi hanya satu karya yang dibuat oleh Frederich Silaban yang memenuhi kriteria yang ditentukan komite, antara lain menggambarkan karakter bangsa Indonesia dan dapat bertahan selama berabad-abad. Sayembara kedua digelar pada tahun 1960 tapi sekali lagi tak satupun dari 136 peserta yang memenuhi kriteria. Ketua juri kemudian meminta Silaban untuk menunjukkan rancangannya kepada Sukarno. Akan tetapi Sukarno kurang menyukai rancangan itu dan ia menginginkan monumen itu berbentuk lingga dan yoni. Silaban kemudian diminta merancang monumen dengan tema seperti itu, akan tetapi rancangan yang diajukan Silaban terlalu luar biasa sehingga biayanya sangat besar dan tidak mampu ditanggung oleh anggaran negara, terlebih kondisi ekonomi saat itu cukup buruk. Silaban menolak merancang bangunan yang lebih kecil, dan menyarankan pembangunan ditunda hingga ekonomi Indonesia membaik. Sukarno kemudian meminta arsitek R.M. Soedarsono untuk melanjutkan rancangan itu. Soedarsono memasukkan angka 17, 8 dan 45, melambangkan 17 Agustus 1945 memulai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, ke dalam rancangan monumen itu.[1][2][3] Tugu Peringatan Nasional ini kemudian dibangun di areal seluas 80 hektar. Tugu ini diarsiteki oleh Friedrich Silaban dan R. M. Soedarsono, mulai dibangun 17 Agustus 1961.
Pembangunan
Pembangunan terdiri atas tiga tahap. Tahap pertama, kurun 1961/1962 - 1964/1965 dimulai dengan dimulainya secara resmi pembangunan pada tanggal 17 Agustus 1961 dengan Sukarno secara seremonial menancapkan pasak beton pertama. Total 284 pasak beton digunakan sebagai fondasi bangunan. Sebanyak 360 pasak bumi ditanamkan untuk fondasi museum sejarah nasional. Keseluruhan pemancangan fondasi rampung pada bulan Maret 1962. Dinding museum di dasar bangunan selesai pada bulan Oktober. Pembangunan obelisk kemudian dimulai dan akhirnya rampung pada bulan Agustus 1963. Pembangunan tahap kedua berlangsung pada kurun 1966 hingga 1968 akibat terjadinya Gerakan 30 September 1965 (G-30-S/PKI) dan upaya kudeta, tahap ini sempat tertunda. Tahap akhir berlangsung pada tahun 1969-1976 dengan menambahkan diorama pada museum sejarah. Meskipun pembangunan telah rampung, masalah masih saja terjadi, antara lain kebocoran air yang menggenangi museum. Monumen secara resmi dibuka untuk umum dan diresmikan pada tanggal 12 Juli 1975 oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto.[4][5] Lokasi pembangunan monumen ini dikenal dengan nama Medan Merdeka. Lapangan Monas mengalami lima kali penggantian nama yaitu Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas. Di sekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga. Pada hari-hari libur Medan Merdeka dipenuhi pengunjung yang berekreasi menikmati pemandangan Tugu Monas dan melakukan berbagai aktivitas dalam taman.
Rancang Bangun Monumen
Rancang bangun Tugu Monas berdasarkan pada konsep pasangan universal yang abadi; Lingga dan Yoni. Tugu obelisk yang menjulang tinggi adalah lingga yang melambangkan laki-laki, elemen maskulin yang bersifat aktif dan positif, serta melambangkan siang hari. Sementara pelataran cawan landasan obelisk adalah Yoni yang melambangkan perempuan, elemen feminin yang pasif dan negatif, serta melambangkan malam hari.[6] Lingga dan yoni merupakan lambang kesuburan dan kesatuan harmonis yang saling melengkapi sedari masa prasejarah Indonesia. Selain itu bentuk Tugu Monas juga dapat ditafsirkan sebagai sepasang "alu" dan "lesung", alat penumbuk padi yang didapati dalam setiap rumah tangga petani tradisional Indonesia. Dengan demikian rancang bangun Monas penuh dimensi khas budaya bangsa Indonesia. Monumen terdiri atas 117,7 meter obelisk di atas landasan persegi setinggi The 17 meter, pelataran cawan. Monumen ini dilapisi dengan marmer Italia.
Kolam di Taman Medan Merdeka Utara berukuran 25 x 25 meter dirancang sebagai bagian dari sistem pendingin udara sekaligus mempercantik penampilan Taman Monas. Di dekatnya terdapat kolam air mancur dan patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kudanya, terbuat dari perunggu seberat 8 ton. Patung itu dibuat oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato[7] sebagai sumbangan oleh Konsulat Jendral Honores, Dr Mario Bross di Indonesia. Pintu masuk Monas terdapat di taman Medan Merdeka Utara dekat patung Pangeran Diponegoro. Pintu masuk melalui terowongan yang berada 3 m di bawah taman dan jalan silang Monas inilah, pintu masuk pengunjung menuju tugu Monas. Loket tiket berada di ujung terowongan. Ketika pengunjung naik kembali ke permukaan tanah di sisi utara Monas, pengunjung dapat melanjutkan berkeliling melihat relief sejarah perjuangan Indonesia; masuk ke dalam museum sejarah nasional melalui pintu di sudut timur laut, atau langsung naik ke tengah menuju ruang kemerdekaan atau lift menuju pelataran puncak monumen.
Relief Sejarah Indonesia


Relief timbul sejarah Indonesia menampilkan Gajah Mada dan sejarah Majapahit
Pada halaman luar mengelilingi monumen, pada tiap sudutnya terdapat relief timbul yang menggambarkan sejarah Indonesia. Relief ini bermula di sudut timur laut dengan mengabadikan kejayaan Nusantara di masa lampau; menampilkan sejarah Singhasari dan Majapahit. Relief ini berlanjut secara kronologis searah jarum jam menuju sudut tenggara, barat daya, dan barat laut. Secara kronologis menggambarkan masa penjajahan Belanda, perlawanan rakyat Indonesia dan pahlawan-pahlawan nasional Indonesia, terbentuknya organisasi modern yang memperjuangkan Indonesia Merdeka pada awal abad ke-20, Sumpah Pemuda, Pendudukan Jepang dan Perang Dunia II, proklamasi kemerdekaan Indonesia disusul Revolusi dan Perang kemerdekaan Republik Indonesia, hingga mencapai masa pembangunan Indonesia modern. Relief dan patung-patung ini dibuat dari semen dengan kerangka pipa atau logam, sayang sekali beberapa patung dan arca mulai rontok dan rusak akibat hujan dan cuaca tropis.
Museum Sejarah Nasional
Di bagian dasar monumen pada kedalaman 3 meter di bawah permukaan tanah, terdapat Museum Sejarah Nasional Indonesia. Ruang besar museum sejarah perjuangan nasional dengan ukuran luas 80 x 80 meter, dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang. Ruangan besar berlapis marmer ini terdapat 48 diorama pada keempat sisinya dan 3 diorama di tengah, sehingga menjadi total 51 diorama. Diorama ini menampilkan sejarah Indonesia sejak masa pra sejarah hingga masa Orde Baru. Diorama ini dimula dari sudut timur laut bergerak searah jarum jam menelusuri perjalanan sejarah Indonesia; mulai masa pra sejarah, masa kemaharajaan kuno seperti Sriwijaya dan Majapahit, disusul masa penjajahan bangsa Eropa yang disusul perlawanan para pahlawan nasional pra kemerdekaan melawan VOC dan pemerintah Hindia Belanda. Diorama berlangsung terus hingga masa pergerakan nasional Indonesia awal abad ke-20, pendudukan Jepang, perang kemerdekaan dan masa revolusi, hingga masa Orde Baru di masa pemerintahan Suharto.
Ruang Kemerdekaan
Di bagian dalam cawan monumen terdapat Ruang Kemerdekaan berbentuk amphitheater. Ruangan ini dapat dicapai melalui tangga berputar di dari pintu sisi utara dan selatan. Ruangan ini menyimpan simbol kenegaraan dan kemerdekaan Republik Indonesia. Diantaranya naskah asli Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang disimpan dalam kotak kaca di dalam gerbang berlapis emas, lambang negara Indonesia, peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia berlapis emas, dan bendera merah putih, dan dinding yang bertulis naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.[1][8]. Di dalam Ruang Kemerdekaan Monumen Nasional ini digunakan sebagai ruang tenang untuk mengheningkan cipta dan bermeditasi mengenang hakikat kemerdekaan dan perjuangan bangsa Indonesia. Naskah asli proklamasi kemerdekaan Indonesia disimpan dalam kotak kaca dalam pintu gerbang berlapis emas. Pintu mekanis ini terbuat dari perunggu seberat 4 ton berlapis emas dihiasi ukiran bunga Wijaya Kusuma yang melambangkan keabadian, serta bunga Teratai yang melambangkan kesucian. Pintu ini terletak pada dinding sisi barat tepat di tengah ruangan dan berlapis marmer hitam. Pintu ini dikenal dengan nama Gerbang Kemerdekaan yang secara mekanis akan membuka seraya memperdengarkan lagu "Padamu Negeri" diikuti kemudian oleh rekaman suara Sukarno tengah membacakan naskah proklamasi pada 17 Agustus 1945. Pada sisi selatan terdapat patung Garuda Pancasila, lambang negara Indonesia terbuat dari perunggu seberat 3,5 ton dan berlapis emas. Pada sisi timur terdapat tulisan naskah proklamasi berhuruf perunggu, seharusnya sisi ini menampilkan bendera yang paling suci dan dimuliakan Sang Saka Merah Putih, yang aslinya dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Akan tetapi karena kondisinya sudah semakin tua dan rapuh, bendera suci ini tidak dipamerkan. Sisi utara diding marmer hitam ini menampilkan kepulauan Nusantara berlapis emas, melambangkan lokasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pelataran Puncak dan Api Kemerdekaan

http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png
Pelataran setinggi 115 meter tempat pengunjung dapat menikmati panorama Jakarta dari ketinggian
Sebuah elevator (lift) pada pintu sisi selatan akan membawa pengunjung menuju pelataran puncak berukuran 11 x 11 meter di ketinggian 115 meter dari permukaan tanah. Lift ini berkapasitas 11 orang sekali angkut. Pelataran puncak ini dapat menampung sekitar 50 orang, serta terdapat teropong untuk melihat panorama Jakarta lebih dekat. Pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Bila kondisi cuaca cerah tanpa asap kabut, di arah ke selatan terlihat dari kejauhan Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil.
Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35 Kilogram. Lidah api atau obor ini berukuran tinggi 14 meter dan berdiameter 6 meter terdiri dari 77 bagian yang disatukan. Lidah api ini sebagai simbol semangat perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan. Awalnya nyala api perunggu ini dilapisi lembaran emas seberat 35 kilogram[1], akan tetapi untuk menyambut perayaan setengah abad (50 tahun) kemerdekaan Indonesia pada tahun 1995, lembaran emas ini dilapis ulang sehingga mencapai berat 50 kilogram lembaran emas.[9] Puncak tugu berupa "Api Nan Tak Kunjung Padam" yang bermakna agar Bangsa Indonesia senantiasa memiliki semangat yang menyala-nyala dalam berjuang dan tidak pernah surut atau padam sepanjang masa. Pelataran cawan memberikan pemandangan bagi pengunjung dari ketinggian 17 meter dari permukaan tanah. Pelataran cawan dapat dicapai melalui elevator ketika turun dari pelataran puncak, atau melalui tangga mencapai dasar cawan. Tinggi pelataran cawan dari dasar 17 meter, sedangkan rentang tinggi antara ruang museum sejarah ke dasar cawan adalah 8 m (3 meter dibawah tanah ditambah 5 meter tangga menuju dasar cawan). Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar, berukuran 45 x 45 meter, semuanya merupakan pelestarian angka keramat Proklamasi Kemerdekaan RI (17-8-1945).

kamusSMS

Campuran Angka, Simbol dan Huruf
:)atau :-)= Happy, smile (Senang, gembira, tersenyum)
:)) atau :-)) = Laughing (Ngakak)
:(atau :-(= Sad, bad (Sedih)
:(( atau :-(( = Crying (Nangis)
:Patau :-P= Menjulurkan lidah
:X atau :-X = Kiss and Hug (Peluk cium)
:/ atau :-/ = Confused (Bingung)
:O atau :-O = Screaming, Get Shocked (Teriak, Kaget)
O:) atau O:-) = Dizzy (Pening)
:”> = Ashamed (Malu)
;)= Flirting, blinking eye (mengerdipkan mata)
@WRK = At work (Sedang kerja)
2bctnd = To be continued. (Bersambung)
2d4 = To die for (Sangat berharga)
2g4u = Too good for you (Terlalu bagus untukmu)
2Ht2Hndl = Too hot to handle. (Tak bisa dipegang)
2l8 = Too late (Terlambat)
2WIMC = To whom it may concern (Kepada yang berkepentingan)
4e = Forever (Selamanya)
4yeo = For your eyes only (Rahasia)
(by exel_jeksen, exel_jeksen@yahoo.co.id)
Kamus SMS ini diadopsi dari Bahasa Inggris….
A
AAM = As a matter of fact (Sebenarnya)
ADctd 2 L = Addicted to Love (Mabuk kepayang)
AFA = As far as (Sejauh ini)
AKA = Also known as (dikenal juga sebagai)
AL I Wan is U = All I want is You (Hanya kau yang kuinginkan)
AML = All my love (Seluruh cintaku)
ASAP = As soon as possible (Secepat mungkin)
ATB = All the best (Yang terbaik)
ATW = At the weekend (Di akhir pekan)
AWHFY = Are we having fun yet (Sudah senang-senang belum?)
B
B4 = Before (Sebelum)
BBFN = Bye Bye for now (Sampai jumpa)
BBS = Be back soon (Segera kembali)
BBSD = Be back soon darling (Segera kembali, Sayang)
BCNU = Be seein’ you (Sampai nanti)
BF = Boyfriend (Pacar)
BGWM = Be gentle with me (Jangan kasar padaku)
BMW = Be my wife (Maukah kau jadi istriku)
BRB = Be right back (Segera kembali)
BTW = By the way (Omong-omong)
Cm = Call me (Telepon aku)
Cu = See you (Sampai jumpa)
CUIMD = See you in my dreams (Sampai jumpa dalam mimpi)
Cul = See you later (Sampai ketemu lagi)
CUL8R = See you later (sampai ketemu lagi)
D
Dk = Don’ t know (Tak tahu)
Dur? = Do you remember (Kau ingat?)
E
E2eg = Ear to ear grin (Menyeringai lebar)
EOD = End of discussion (Akhir perbincangan)
EOL = End of lecture (Akhir perkuliahan)
F
F? = Friends (Kawan)
F2F = Face to face (Berhadapan)
F2T = Free to talk (Bebas Bicara)
FITB = Fill in the Blank (Isi titik-titik, isi sendiri bagian yang kosong)
FYEO = For your eyes only. (Rahasia)
FYA = For your amusement (Untuk senang-senang)
FYI = For your information (Sebagai informasi)
G
GF = Girlfirend. (Pacar)
GG = Good Game (Ucapan ketika kedua pihak yang berseteru selesai melakukan
pertandingan)
Gr8 = Great (bagus)
GSOH = Good Salary, Own Home (Gaji OK, punya rumah)
GTSY = Glad to see you (Senang bertemu denganmu)
H
h2cus = Hope to see you soon (Kuharap kita akan segera bertemu lagi)
H8 = Hate (Benci)
HAGN = Have a good night (Selamat tidur)
HAND = Have a nice day (Selamat bersenang-senang)
hbtu = Happy birthday to you (Selamat ultah)
HldMeCls = Hold me close (Peluk aku erat-erat)
Ht4U = Hot for You (”Panas” untukmu)
H&K = Hugs and Kisses (Peluk cium)
IDK = I don’t know (Aku tak tahu)
IIRC = If I recall correctly (Kalau tidak salah ingat)
IK = I know (Aku tahu)
ILU = I love you (Aku cinta kamu)
IMHO = In my humble opinion (Menurutku)
IMI = I mean it (Aku sungguh-sungguh)
IMBLuv = It must be Love (Ini pasti cinta)
IOW = In other words… (Dengan kata lain.)
IOU = I owe you (Aku berhutang padamu)
IUSS = If you say so (Baiklah)
J
J4F = Just for fun (Sekedar bersenang-senang)
JFK = Just for kicks (Iseng-iseng)
JstCllMe = Just call Me (Telepon saja aku)
K
KC = Keep cool (Tetap tenang, jangan langsung marah, dst)
KHUF = know how you feel (aku mengerti perasaanmu)
KIT = Keep in touch (hubungi aku terus)
KOTC = Kiss on the cheek (Cium pipi)
KOTL = Kiss on the lips (Cium bibir)
L8 = Late (Telat, malam)
L8r = Later (Nanti)
Lol = Laughing out loud (Tertawa terbahak-bahak)
LTNC = Long time no see (Lama tak jumpa)
LtsGt2gthr = Lets get together (Kita ketemu yuk)
M
M$ULkeCrZ = Miss you like Crazy! (Rindu kamu setengah mati)
M8 = Mate (Kawan, pasangan)
MC = Merry Christmas (Selamat Natal)
MGB = May God Bless (Semoga Tuhan Memberkati)
Mob = Mobile (Mobil, bergerak)
MYOB = Mind your own Business (Jangan ikut campur)
N
NA = No access (Tak boleh masuk, tak ada akses)
NC = No comment (Tak ada komentar)
NWO = No way out (Tak ada jalan keluar)
O
O4U = Only for you (Hanya untukmu)
OIC = Oh, I see. (Oh, begitu.)
OTOH = On the other hand (Di sisi lain)
P
PCM = Please call me (Tolong telepon aku)
PPL = People (Orang-orang)
Pls = Please
Q
QT = Cutie (Orang yang Lucu, imut, keren)
R
R = Are
RMB = Ring my Bell (Aku tak ingat, tolong ingatkan aku)
ROTFL = Roll on the floor laughing (Tertawa terpingkal-pingkal)
RU? = Are you? (Kamu?)
RU OK? = Are you Ok? (Kamu baik-baik saja?)
S
SC = Stay cool (Tenanglah.)
SETE = Smiling Ear to Ear (Tersenyum lebar)
SO = Significant Other (Pendamping)
SOL = Sooner or later (Cepat atau lambat)
SME1 = Some One (Seseorang)
SRY = Sorry (Maaf)
SWALK = Sent with a loving Kiss (Dikirim dengan cium mesra)
SWG = Scientific Wild Guess (Tebakan ilmiah)
T
T+ = Think positive (Berpikir positif)
T2ul = Talk to you later (Nanti kita bicara lagi ya.)
TDTU = Totally devoted to you (Cinta mati padamu)
Thx = Thanks (Terima kasih)
T2Go = Time to Go (Waktunya berpisah)
TIC = Tongue in Cheek (Ramah)
TMIY = Take me I’m yours (Aku milikmu)
TTFN = Ta ta for now. (Sampai jumpa)
U
U = You (Kamu)
UR = You are (Kamu)
URT1 = You are the one (kamulah orangnya)
VRI = Very (Sangat)
W
W4u = Waiting for you (Menantimu)
WAN2 = Want to (Ingin)
WLUMRyMe = Will you marry Me? (Maukah kau menikah denganku?)
WRT = With respect to (Salam hormat untuk)
WUWH = Wish you were here (Andai kau di sini.)
X! = Typical Woman (Wanita biasa)
X = Kiss (Cium)
XclusvlyUrs = Exclusively Yours (Milikmu seorang)
Y
Y! = Typical Man (Pria biasa)
YBS = You’ll be Sorry (Kau akan menyesal)
Z
Zzzz = Sleep (Tidur)
(by exel_jeksen, exel_jeksen@yahoo.co.id)
AFAIK — As Far As I Know
AFK — Away From Keyboard
ASAP — As Soon As Possible
BAS — Big A** Smile
B4 — Before
BBL — Be Back Later
BBN — Bye Bye Now
BBS — Be Back Soon
BEG — Big Evil Grin
BF — Boyfriend
BIBO — Beer In, Beer Out
BRB — Be Right Back
BTW — By The Way
BWL — Bursting With Laughter
C&G — Chuckle and Grin
CICO — Coffee In, Coffee Out
CID — Crying In Disgrace
CNP — Continued (in my) Next Post
CP — Chat Post(a chat message)
CRBT — Crying Real Big Tears
CSG — Chuckle Snicker Grin
CYA — See You (Seeya)
CYAL8R — See You Later (Seeyalata)
CUL8R — See You Later
DLTBBB — Don’t Let The Bed Bugs Bite
EG — Evil Grin
EMSG — Email Message
FC — Fingers Crossed
FTBOMH — From The Bottom Of My Heart
FYI — For Your Information
FWIW — For What It’s Worth
GAL — Get A Life
GF — Girlfriend
GFN — Gone For Now
GMBA — Giggling My Butt Off
GMTA — Great Minds Think Alike
GR8 — Great
GTSY — Glad To See You
H&K — Hug and Kiss
HABU — Have A Better ‘Un
HAGN — Have A Good Night
HAGU — Have A Good ‘Un
HHIS — Hanging Head in Shame
HUB — Head Up Butt
IAE — In Any Event
IC — I See
IGP — I Gotta Pee
IMNSHO — In My Not So Humble Opinion
IMO — In My Opinion
IMCO — In My Considered Opinion
IMHO — In My Humble Opinion
IOW — In Other Words
IRL — In Real Life
IWALU — I Will Always Love You
IWO — In Other Words
JMO — Just My Opinion
JTLYK — Just To Let You Know
KIT — Keep In Touch
KOC — Kiss On Cheek
KOL — Kiss On Lips
L8R — Later
L8R — G8R Later ‘Gater
LHM — Lord Help Me
LHO — Laughing Head Off
LHU — Lord Help Us
LMAO — Laughing My A$$ Off
LMSO — Laughing My Socks Off
LTNS — Long Time No See
LOL — Laugh Out Loud
LSHMBB — Laughing So Hard My Belly is Bouncing
LSHMBH — Laughing So Hard My Belly Hurts
LSHTTARDML — Laughing So Hard The Tears Are Running Down My Leg
LTNS — Long Time No See
LTS — Laughing To Self
LUWAMH — Love You With All My Heart
LY — Love Ya
MTF — More To Follow
NRN — No Reply Necessary
NADT — Not A Darn Thing
OIC — Oh, I See
OL — Old Lady (significant other)
OM — Old Man (significant other)
OTOH — On The Other Hand
OTTOMH — Off The Top of My Head
PDS — Please Don’t Shoot
PITA — Pain In The A**
PM — Private Message
PMFJI — Pardon Me For Jumping In
PMP — Peed My Pants
POAHF — Put On A Happy Face
QSL — Reply
QSO — Conversation
QT — Cutie
ROFL — Rolling On Floor Laughing
ROFLAPMP — ROFL And Peeing My Pants
ROFLMAO — ROFL My A** Off
ROFLMAOAY — ROFLMAO At You
ROFLMAOWTIME — ROFLMAO With Tears In My Eyes
ROFLUTS ROFL — Unable to Speak
RTFM — Read The F****** Manual!
SETE — Smiling Ear To Ear
SHID — Slaps Head In Disgust
SNERT — Snot-Nosed Egotistical Rude Teenager
SO — Significant Other
SOT — Short Of Time
SOTMG — Short Of Time Must Go
SWAK — Sealed With A Kiss
SWAS — Scientific Wild A** Guess
SWL — Screaming with Laughter
SYS — See You Soon
TA — Thanks Again
TGIF — Thank God It’s Friday
TCOY — Take Care Of Yourself
TILII — Tell It Like It Is
TNT — Till Next Time
TOY — Thinking Of You
TTFN — Ta Ta For Now
TTYL — Talk To You Later
WAS — Wild A** Guess
WB — Welcome Back
WTH — What/Who The Heck (or sub an ‘F’ for the ‘H’
YBS — You’ll Be Sorry
YG — Young Gentleman
YL — Young Lady
YM — Young Man

Pertanian



Pertanian ialah pengeluaran makanan dan barangan melalui perladangan, penternakan, dan perhutanan. Ia merupakan perkembangan utama yang membawa kepada kebangkitan tamadun, dengan penanaman dan penternakan mewujudkan lebihan makanan dan seterusnya membolehkan pembangunan masyarakat yang lebih padat dan berstrata. Kajian pertanian dikenali sebagai sains pertanian.
Pertanian merangkumi pelbagai bidang dan teknik, termasuk cara meluaskan tanah untuk bercucuk tanam dengan membina terusan air dan bentuk pengairan yang lain. Penanaman tanaman di tanah suai tani dan penternakan haiwan di kawasan ragut merupakan asas pertanian. Pada abad yang lalu, pengenalpastian dan pengkuantitian pelbagai bentuk pertanian telah menjadi perkara yang dipentingkan. Di dunia maju, julat bentuk tersebut biasanya terbentang antara pertanian mampan (misalnya, permakultur dan pertanian organik) dan pertanian intensif (misalnya, pertanian perindustrian).
Agronomi (ilmu pertanian) moden, pembiakbakaan tumbuhan, racun perosak, dan baja, serta juga peningkatan teknologi telah menambah hasil tanaman secara mendadak tetapi pada waktu yang sama, sangat menjejaskan ekologi dan kesihatan manusia.[1] Pembiakbakaan pilihan dan amalan moden penternakan seperti penternakan babi intensif (dengan amalan yang serupa juga dipergunakan untuk ayam) juga meningkatkan keluaran daging, tetapi menimbulkan rasa bimbang tentang kekejaman haiwan dan kesan kesihatan antibiotik, hormon pertumbuhan, dan bahan kimia yang lain yang umum digunakan dalam pengeluaran daging perindustrian.[2]
Keluaran pertanian utama secara umum boleh digolongkan kepada makanan, gentian, bahan api, bahan mentah, bahan farmaseutik, dan perangsang, serta beraneka jenis keluaran hiasan dan lepa hiasan yang eksotik. Pada 2000-an, tumbuhan telah ditanam terutamanya untuk menghasilkan:
Walaupun pada 2003, bilangan pekerja pertanian tidak sebegitu banyak, namun kerana kesedaran terhadap pentingnya pertanian, jumlahnya naik dengan pesat pada 2008. Sesungguhnya, sektor perkhidmatan melebihi pertanian sebagai sektor ekonomi yang menggaji paling banyak orang di seluruh dunia pada tahun itu.[5] Meskipun pertanian menggaji melebihi satu pertiga daripada jumlah penduduk dunia pada 2007, pengeluaran pertanian hanya menyumbangkan kurang daripada 5% keluaran dunia kasar (iaitu jumlah kesemua keluaran dalam negara kasar (KDNK).[6]
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f6/Coffee_Plantation.jpg/550px-Coffee_Plantation.jpg
http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png
Ladang kopi di Bandaraya São João do Manhuaçu, negeri Minas Gerais, Brazil.
Gambaran keseluruhan
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/ms/thumb/1/12/Clark%27s_Sector_Model_ms.png/380px-Clark%27s_Sector_Model_ms.png
http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png
Peratusan penduduk yang mengerjakan pertanian telah merosot dengan berlalunya masa.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/75/2005gdpAgricultural.PNG/380px-2005gdpAgricultural.PNG
http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png
Keluaran pertanian pada 2005.
Pertanian telah memainkan peranan yang utama dalam perkembangan tamadun, dengan sebahagian jumlah penduduk yang amat besar mengerjakan pertanian sehingga Revolusi Perindustrian. Pembangunan teknik pertanian telah meningkatkan daya pengeluaran pertanian secara beransur-ansur, dengan tempoh sewaktu teknik itu tersebar secara meluas sering dikenali sebagai revolusi pertanian. Peralihan yang luar biasa dalam amalan pertanian berlaku pada abad yang lalu sebagai tindak balas kepada teknologi baharu. Khususnya, kaedah Haber-Bosch untuk mensintesis ammonium nitrat mengurangkan keperluan amalan tradisional yang membabitkan kitar semula nutrien menerusi penggiliran tanaman dan baja haiwan.
Nitrogen tiruan, bersama-sama dengan fosfat batuan lombong, racun perosak, dan penjenteraan telah meningkatkan hasil tanaman secara ketara pada awal abad ke-20. Bekalan bijian yang semakin bertambah juga menyebabkan ternakan yang lebih murah. Tambahan lagi, kenaikan hasil sedunia telah dialami pada akhir abad ke-20 apabila kelainan hasil tinggi bijian ruji yang umum seperti padi, gandum, dan jagung diperkenalkan sebagai sebahagian Revolusi Hijau. Revolusi Hijau mengeksport teknologi (termasuk racun perosak dan nitrogen tiruan) dari dunia maju ke dunia membangun. Thomas Malthus terkenal kerana meramalkan bahawa Bumi tidak berupaya menampung jumlah penduduk yang semakin bertambah, tetapi teknologi seperti Revolusi Hijau telah membenarkan dunia menghasilkan lebihan makanan.[7]
Banyak pemerintahan mengamalkan pertanian bersubsidi untuk memastikan bekalan makanan yang mencukupi. Subsidi pertanian ini seringnya dikaitkan dengan pengeluaran komoditi yang tertentu seperti gandum, agung, padi, kacang soya, dan susu. Sesungguhnya, subsidi itu, terutamanya apabila dimulakan oleh negara maju, telah diperhatikan sebagai langkah pelindung yang tidak cekap dan menjejaskan persekitaran.[8] Pada abad yang lalu, pertanian telah dicirikan oleh daya pengeluaran yang tertingkat, penjenteraan, pencemaran air, dan susidi ladang. Penyokong perladangan organik seperti Sir Albert Howard mendebatkan pada awal 1900-an bahawa penggunaan lebihan racun perosak dan baja tiruan menjejaskan kesuburan tanih pada jangka panjang. Sedangkan perasaan ini terpendam berdekad-dekad lamanya, terdapat arah aliran yang menuju kepada pertanian boleh kekal oleh sesetengah petani, pengguna, dan pembuat dasar sewaktu kesedaran persekitaran meningkat pada 2000-an. Dalam tahun-tahun kebelakangan ini, terdapat tindak balas yang hebat terhadap kesan persekitaran luaran yang diakibatkan oleh pertanian aliran utama, khususnya pencemaran air,[9] yang membawa kepada pembentukan gerakan organik. Salah satu pengaruh yang utama di belakang gerakan ini ialah Kesatuan Eropah yang mula-mulanya mengesahkan makanan organik pada 1991. Seterusnya pada 2005, ia membuat pembaharuan pada Dasar Pertanian Umum (CAP) yang dikenali sebagai penyahgandingan untuk menghentikan sebarang subsidi ladang berkait komoditi secara berperingkat-peringkat.[10] Pertumbuhan perladangan organik telah membaharui penyelidikan teknologi alternatif seperti pengurusan perosak sepadu dan pembiakbakaan pilihan, dengan pembangunan teknologi aliran utama yang terkini termasuklah makanan terubah suai genetik.
Selewat 2007, sebilangan faktor menyebabkan kenaikan harga bijian yang digunakan sebagai makanan untuk ayam itik, serta juga lembu tenusu dan lembu yang lain. Ini menyebabkan kenaikan harga gandum (naik 58%), kacang soya (naik 32%), dan jagung (naik 11%) pada sepanjang tahun tersebut.[11][12] Rusuhan makanan baru-baru ini telah berlaku di banyak negara di seluruh dunia.[13][14][15] Juga pada 2007, satu epidemik karat batang gandum yang diakibatkan oleh ras Ug99 merebak ke seluruh Afrika lalu masuk ke Asia dan menimbulkan rasa bimbang yang utama.[16][17][18] Justera, lebih kurang 40% daripada tanah pertanian di seluruh dunia dinyahgredkan dengan teruk.[19] Jika arah aliran semasa dalam pemerosotan tanah berterusan di Afrika, benua itu mungkin hanya berupaya menghasilkan makanan untuk 25% daripada penduduknya menjelang 2025, menurut Institut untuk Sumber Semula Jadi yang dikendalikan oleh United Nations University (UNU) di Ghana, Afrika.[20]
Sejarah
Rencana utama: Sejarah pertanian
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/08/ClaySumerianSickle.jpg/230px-ClaySumerianSickle.jpg
http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png
Sebilah sabit penuai Sumeria yang diperbuat daripada tanah liat bakar (kk. 3000 SM).
Sejak permulaannya kira-kira 10,000 tahun yang lalu,[21] pertanian telah berkembang pesat daripada segi keluasan dan hasilnya. Pada sepanjang tempoh perluasan itu, teknologi dan tanaman baharu disepadukan. Walaupun amalan pertanian seperti pengairan, penggiliran tanaman, baja, dan racun perosak sudah lama diperkenalkan, namun pencapaian kemajuan yang besar hanya berlaku pada abad yang lalu. Sejarah pertanian memainkan peranan yang utama dalam sejarah manusia kerana kemajuan pertanian merupakan salah satu faktor yang penting dalam perubahan sosioekonomi di seluruh dunia. Tumpuan kekayaan dan pengkhususan ketenteraan yang jarang ditemui dalam budaya pemburu-pemungut umumnya dilihat dalam masyarakat yang mengamalkan pertanian. Demikian juga halnya dengan seni seperti kesusasteraan epik dan seni bina tersergam dan bersejarah, serta juga sistem undang-undang terkanun. Apabila petani mampu menghasilkan makanan yang melebihi keperluan keluarga masing-masing, orang lain di dalam masyarakat mereka dibebaskan untuk mengabdikan hidup mereka dalam projek bukan pemerolehan makanan. Ahli sejarah dan ahli antropologi telah lama berpendapat bahawa pembangunan pertanian memungkinkan peradaban.
Asal-usul purba
Kawasan Sabit Subur yang terletak di Asia Barat, Mesir, dan India merupakan tapak penyemaian dan penuaian terancang yang terawal terhadap tumbuhan yang dahulunya dipungut dari hutan liar. Perkembangan pertanian yang berasingan berlaku di bahagian utara serta bahagian selatan China, dan di Sahel di Afrika, serta juga di New Guinea dan sebilangan kawasan di benua Amerika. Lapan tanaman yang dikenali sebagai tanaman pengasas Zaman Neolitik ialah: pertamanya gandum emer dan gandum einkorn dan kemudiannya barli tersekam, kacang pea, lentil, vec pahit, kacang kuda, dan flaks.
Menjelang 7000 SM, pertanian skala kecil tiba di Mesir. Sejak sekurang-kurangnya seawal 7000 SM, subbenua India memperlihatkan perladangan gandum dan barli, sebagaimana dibuktikan oleh ekskavasi arkeologi di Mehrgarh, Balochistan. Menjelang 6000 SM, pertanian skala pertengahan berakar umbi di tebing Sungai Nil. Sekitar saat itu, pertanian dibangunkan secara berasingan di Timur Jauh, dengan padi (bukan gandum) dijadikan tanaman utama. Petani Cina dan Indonesia selanjutnya menjinakkan keladi dan kacang, termasuklah kacang hijau, kacang soya, dan azuki. Untuk melengkapi sumber karbohidrat yang baharu ini, penangkapan ikan berjala yang amat teratur di sungai, tasik, dan pantai lautan memperoleh banyak protein yang diperlukan. Kaedah pertanian dan penangkapan ikan yang baharu ini bersama-sama memulakan ledakan kelahiran manusia yang mengerdilkan semua perkembangan dahulu dan masih berterusan pada hari ini.
Menjelang 5000 SM, Sumeria telah membangunkan teknik pertanian teras yang termasuk penanaman giat skala besar, penanaman tanaman tunggal, dan pengairan terancang, serta juga penggunaan tenaga buruh yang khusus, terutamanya di sepanjang jalan air yang kini dikenali sebagai Shatt al-Arab (dari delta Teluk Parsi sehingga kuala Sungai Tigris dengan Sungai Furat). Pembelajinakan aurok dan mouflon liar yang masing-masing menjadi lembu dan biri-biri membawa kepada penggunaan haiwan skala besar sebagai makanan/gentian serta juga sebagai binatang beban. Gembala menyertai petani sebagai pembekal utama dalam masyarakat menetap dan nomad separa. Jagung, ubi kayu, dan ubi garut dijinakkan buat pertama kali di benua Amerika sejauh 5200 SM.[22] Ubi kentang, tomato, lada, labu, dan beberapa jenis kacang, serta juga tembakau, dan berbagai-bagai tanaman yang lain juga dimajukan di Dunia Baharu. Demikian juga halnya dengan peneresan lereng bukit yang curam secara meluas di kebanyakan kawasan Banjaran Gunung Andes di Amerika Selatan. Orang Yunani dan orang Rom memajukan lagi teknik yang dipelopori oleh orang Sumeria tetapi tidak membuat banyak kemajuan yang baharu pada asasnya. Orang Greek selatan bersusah payah mengerjakan tanah mereka yang sangat tidak subur, tetapi berupaya menjadi sebuah masyarakat yang paling berpengaruh buat bertahun-tahun. Orang Rom terkenal kerana menitikberatkan penanaman tanaman untuk perdagangan.
Zaman Pertengahan
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/ae/Pieter_Bruegel_the_Elder-_The_Corn_Harvest_%28August%29.JPG/220px-Pieter_Bruegel_the_Elder-_The_Corn_Harvest_%28August%29.JPG
http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png
Semasa Zaman Pertengahan, para petani di Afrika Utara, Timur Dekat, dan Eropah mula memanfaatkan teknologi pertanian, termasuklah sistem pengairan berdasarkan prinsip hidraulik dan hidrostatik, serta juga mesin noria (kincir air), mesin penaik air, empangan, dan takungan. Kesemua itu, bersama-sama dengan rekaan penggiliran tanaman sistem tiga petak dan bajak sepak, mempertingkat kecekapan pertanian dengan ketara.
Zaman moden
Maklumat terperinci: Revolusi Pertanian British dan Revolusi Hijau
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8a/Agriculture_%28Plowing%29_CNE-v1-p58-H.jpg/220px-Agriculture_%28Plowing%29_CNE-v1-p58-H.jpg
http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png
Gambar foto daripada ensiklopedia 1921 yang menampilkan sebuah traktor membajak ladang alfafa.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c1/Precision_Farming_in_Minnesota_-_Natural_Colour.jpg/220px-Precision_Farming_in_Minnesota_-_Natural_Colour.jpg
http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png
Imej satelit ladang di Minnesota.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/fc/Precision_Farming_in_Minnesota_-_False_Colour.jpg/220px-Precision_Farming_in_Minnesota_-_False_Colour.jpg
http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png
Imej inframerah ladang. Kepada mereka yang tidak terlatih, imej ini kelihatan terdiri daripada warna yang bercampur aduk, tanpa sebarang tujuan. Namun bagi petani yang kini dilatih, kuning menunjukkan tanaman yang mengalami serangan; merah menunjukkan tanaman yang sihat; hitam menunjukkan kawasan terbanjir; dan perang menunjukkan racun perosak yang tidak diingini di kawasan tanaman yang bebas daripada bahan kimia.
Selepas 1492, suatu pertukaran sejagat terhadap tanaman tempatan dan baka ternakan berlaku. Tanaman utama yang terlibat dalam pertukaran itu termasuk:
Pengeksportan haiwan yang paling penting dari Dunia Lama ke Dunia Baharu ialah kuda dan anjing (anjing sudah wujud di benua Amerika pra-Columbus tetapi tidaklah dalam bilangan dan baka yang sesuai untuk mengerjakan ladang). Walaupun biasanya tidak digunakan sebagai haiwan makanan, kuda (termasuk keldai dan kuda padi) dan anjing pantasnya memainkan peranan pengeluaran di ladang hemisfera Barat.
Ubi kentang kemudian menjadi satu tanaman ruji yang penting di Eropah utara.[23] Sejak jagung dan ubi kayu dibawa masuk ke Afrika oleh orang Portugis pada abad ke-16,[24] kedua-dua tanaman itu telah menggantikan tanaman Afrika yang tradisional sebagai tanaman ruji benua yang paling penting.[25]
Menjelang awal 1800-an, teknik dan alat pertanian, simpanan biji benih, dan kultivar (tumbuhan tanaman yang dipilih dan diberikan nama tersendiri kerana ciri hiasan atau kebergunaannya) telah diperbaik sehingga hasil daripada setiap unit tanah bertambah berkali-kali, berbanding dengan daya pengeluarannya pada Zaman Pertengahan. Dengan kebangkitan penjenteraan yang pesat pada akhir abad ke-19 dan abad ke-20, khususnya dalam penggunaan traktor, kerja perladangan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan pada skala yang mustahil sebelumnya. Kemajuan ini telah menyebabkan kecekapan yang membolehkan sesetengah ladang moden di Amerika Syarikat, Argentina, Israel, dan Jerman, serta sebilangan negara yang lain untuk mempertingkat daya pengeluaran hasil bermutu tinggi pada takat tertinggi yang praktikal.
Kaedah Haber-Bosch untuk mensintesis ammonium nitrat merupakan suatu pencapaian yang cemerlang dan membenarkan hasil tanaman untuk mengatasi kekangan yang dahulu. Pertanian pada abad yang lalu telah dicirikan oleh daya pengeluaran tertingkat, penggantian buruh dengan baja tiruan dan racun perosak, pencemaran air, serta subsidi ladang. Pada tahun-tahun kebelakangan ini, terdapat tindak balas yang hebat terhadap kesan persekitaran luaran bagi pertanian konvensional yang telah melahirkan gerakan organik.
Tiga jenis bijirin, iaitu beras, jagung, dan gandum, membekalkan 60% daripada jumlah makanan manusia.[26] Antara 1700 hingga 1980, "keluasan kawasan tanaman di seluruh dunia naik sebanyak 466%", dengan hasilnya bertambah dengan pesat, terutamanya kerana kelainan pembiakbakaan pilihan yang berhasil tinggi, baja, racun perosak, pengairan, dan jentera.[26] Sebagai contoh, pengairan di Colorado timur meningkatkan hasil jagungnya sebanyak 400% hingga 500% dari 1940 hingga 1997.[26]
Bagaimanapun, kebimbangan telah diutarakan tentang kebolehkekalan pertanian intensif. Pertanian intensif telah dikaitkan dengan kemerosotan mutu tanah di India dan Asia, dan terdapat rasa bimbang yang semakin meningkat tentang kesan buruk baja dan racun perosak pada alam sekitar, khususnya kerana jumlah penduduk serta permintaan makanan kian bertambah. Monokultur yang biasanya digunakan dalam pertanian intensif mengakibatkan pertambahan bilangan perosak yang dikawal menerusi racun perosak. Pengurusan perosak sepadu (IPM), yang "digalakkan selama berdekad-dekad dan telah mencapai setakat kejayaan" tidak banyak mempengaruhi penggunaan racun perosak kerana dasar menggalakkan penggunaannya, selain daripada fakta bahawa IPM sungguh berpengetahuan-intensif.[26] Walaupun "Revolusi Hijau" meningkatkan hasil padi dengan ketara di Asia, tidak terdapatnya sebarang kenaikan hasil yang dilihat pada 15-20 tahun yang lalu.[26] "Potensi hasil" genetik untuk gandum telah meningkat tetapi potensi hasil untuk padi tidak menunjukkan sebarang kenaikan sejak 1966, dengan potensi hasil untuk jagung "hampir tidak naik pada sepanjang tempoh 35 tahun yang lalu".[26] Rumpai yang tahan racun perosak mengambil masa satu atau dua dekad untuk muncul, dengan serangga mencapai ketahanan terhadap racun perosak dalam tempoh sekitar sedekad.[26]
Ekspedisi pemeriksaan teliti pertanian sejak akhir abad ke-19 telah dilancarkan untuk menemukan spesies dan amalan pertanian yang baharu di merata-rata kawasan di dunia. Dua contoh ekspedisi tersebut yang awal termasuk:
Pada 2005, keluaran pertanian China adalah tertinggi di dunia dan terdiri daripada hampir satu perenam daripada seluruh keluaran di dunia, diikuti oleh Kesatuan Eropah, India, dan Amerika Syarikat, menurut Kumpulan Wang Antarabangsa. Ahli ekonomi mendapati bahawa daya pengeluaran di Amerika Syarikat adalah lebih kurang 2.6 kali lebih tinggi daripada daya pengeluarannya pada 1948, berdasarkan ukuran daya pengeluaran faktor keseluruhan pertanian. [29]
Enam buah negara negara (Amerika Syarikat, Kanada, Perancis, Australia, Argentina, dan Thailand) membekalkan 90% daripada eksport gandum di seluruh dunia.[30] Kekurangan air yang dihadapi oleh banyak negara yang sederhana besarnya, termasuk Algeria, Iran, Mesir, dan Mexico, [31] telah mendorong import bijian secara besar-besaran, dengan itu mungkin akan dilakukan juga oleh negara yang lebih besar seperti China dan India.[32]
Hasil pertanian
Hasil pertanian utama dunia pada 2004
Kategori tanaman yang penting termasuk bijian dan pseudobijian, kekacang, makanan ternak, serta buah-buahan, dan sayur-sayuran. Tanaman tertentu ditanam di kawasan tumbuh yang berbeza di seluruh dunia.
Produk pertanian terutama,
mengikut tanaman (juta tan metrik)
(berdasarkan data 2004)
2,263
866
Akar dan ubi
715
619
503
259
133
Ikan (anggaran 2001)
130
63
60
30
Produk pertanian terutama,
mengikut tanaman (juta tan metrik)
(berdasarkan data 2004)
1,324
721
627
605
328
249
204
162
154
120
[sunting] Peningkatan tanaman
Rencana utama: Pembiakan tumbuhan
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0e/Ueberladewagen_%28jha%29.jpg/230px-Ueberladewagen_%28jha%29.jpg
http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png
Traktor dan Chaser Bin
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/63/Cropscientist.jpg/230px-Cropscientist.jpg
http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png
Seorang saintis pertanian merekodkan tumbuh-besaran pokok jagong
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/ms/thumb/9/9e/Bird_netting.jpg/230px-Bird_netting.jpg
http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png
Jaring melindungi anggur wain daripada burung.
Antara lain, penjinakan tanaman dilakukan supaya dapat:
  • meningkatkan hasil;
  • meningkatkan ketahanan terhadap penyakit dan kemarau;
  • memudahkan penuaian; dan
  • memperbaik rasa dan nilai pemakanan.
Pemilikan dan pembiakan yang teliti selama berabad-abad telah amat mempengaruhi ciri tumbuhan tanaman. Pembiak tumbuhan menggunakan rumah hijau dan teknik yang lain untuk mendapatkan sehingga tiga generasi tumbuhan setiap tahun supaya mereka dapat membuat pembaikan dengan lebih pantas.
Pemilihan dan pembiakan tumbuhan pada 1920-an dan 1930-an memperbaik pastura (rumput dan klover) di New Zealand. Usaha mutagenesis sinaran yang gigih (iaitu kejuruteraan genetik primitif) pada 1950-an menghasilkan kelainan bijian komersil moden seperti gandum, jagung, dan barli.
Hasil purata gandum adalah:
Sebagai perbandingan, hasil purata gandum di negara seperti Perancis melebihi 8 t/ha. Perbezaan hasil disebabkan terutamanya oleh perbezaan iklim, genetik, dan penggunaan (atau tidak) teknik perladangan intensif (penggunaan baja, kawalan perosak kimia, dan kawalan pertumbuhan untuk mengelakkan rebah. (Nota pertukaran: 1 busyel gandum = 60 paun (lb) ≈ 27.215 kg. 1 busyel jagung = 56 paun ≈ 25.401 kg)
Dalam bidang pertanian perindustrian, "perbaikan" tanaman seringnya mengurangkan mutu pemakanan dan mutu yang lain demi memanfaatkan pengeluar. Selepas jentera penuai tomato mekanik dibangunkan pada awal 1960-an, ahli sains pertanian membiak tomato yang lebih keras dan kurang berzat. (Friedland dan Barton 1975). Sebenarnya, satu kajian longitud yang utama tentang aras nutrien bagi banyak sayur menunjukkan kemerosotan yang ketara pada 50 tahun yang lalu. Pada hari ini, Vitamin B2 dalam sayur kebun di Amerika Syarikat merosot sebanyak 38% pada puratanya, manakala vitamin C merosot sebanyak 15% (Davis dan Riordan 2004).
Baru-baru ini, kejuruteraan genetik telah digunakan di sesetengah kawasan di dunia untuk mempercepat proses pemilihan dan pembiakan. Pengubahsuaian yang paling banyak digunakan ialah gen ketahanan racun perosak yang membenarkan tumbuhan tahan pendedahan glifosat yang digunakan untuk mengawal rumpai. Satu pengubahsuaian yang kurang digunakan kerana lebih berkontroversi menyebabkan tumbuhan menghasilkan toksin bagi mengurangkan kerosakan yang diakibatkan oleh serangga (lihat Starlink). Kesan yang sama masih berlaku sehingga hari ini, dengan sebarang perubahan terhad hanya kepada teknologi.
Terdapat pengeluar khusus yang menternakkan atau menanam jenis ternakan dan tanaman yang kurang biasa. Akuakultur, iaitu penternakan ikan, udang, dan alga, amat berkait dengan pertanian. Pemeliharaan lebah yang secara tradisi dilakukan untuk menghasilkan madu lebah kini semakin dipergunakan untuk pendebungaan tanaman.
Ternakan
Rencana utama: Ternakan
Pengeluaran untuk makanan dan gentian bagi kegunaan dan makanan manusia boleh dilakukan secara "pastoral", "nomad", intensif, atau perindustrian. Secara tradisi, penanaman tanaman untuk makanan haiwan dan ternakan di Barat merupakan aktiviti yang utama di ladang perseorangan/keluarga dan di ladang pelbagai.
Masalah alam sekitar
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7b/Erosion.jpg/250px-Erosion.jpg
http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png
Hakisan teruk di ladang gandum berdekatan Washington State University, Amerika Syarikat. (banci 2005)
Pertanian boleh mengakibatkan masalah alam sekitar kerana ia mengubah persekitaran asal dan mengeluarkan produk sampingan yang boleh membahayakan. Contohnya termasuk:
Pertanian telah dikatakan merupakan penjana kesan negatif yang terbesar terhadap biokepelbagaian di kebanyakkan negara (lihat Rancangan Tindakan Biopelbagaian) yang terjadi kerana penerokaan hutan dan habitat yang lain apabila tanah baharu dimajukan untuk pertanian. Sesetengah pengkritik memasukkan pertanian sebagai punca perubahan iklim global terkini.
Mengikut Pertubuhan Bangsa Bersatu, sektor penternakan (terutamanya lembu, ayam, dan babi) muncul sebagai sebab utama kepada kesan dan masalah alam sekitar, dari skala tempatan hingga ke skala global. Sektor ini menghasilkan 18% daripada "pembebasan gas rumah hijau di seluruh dunia" daripada segi kandungan karbon dioksida. Sektor penternakan juga menyumbangkan 64% daripada penjanaan ammonia yang mengakibatkan hujan asid dan keasidan ekosistem.
Dasar
Rencana utama: Dasar pertanian
Dasar pertanian menumpukan "matlamat" dan kaedah pengeluaran pertanian. Pada peringkat dasar, maklamat pertanian yang umum termasuk: